Jejak Artikel Jejak Literasi Quote

Yuk, Optimalkan Komunikasi pada Buah Hati

Sejak kapan cinta itu tertanam dalam hati seorang anak?
Tentu sejak dia diberikan limpahan cinta dan kasih sayang.

Sejak kapan dia mampu mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya?
Sejak dia diajari dan dirangsang untuk menyampaikan maksud dan inginnya tanpa merasa takut.

Kuncinya adalah komunikasi sejak dalam kandungan. Ketika daging, tulang, dan kulit tumbuh di dalam rahim. Ketika detak jantungnya dirasakan oleh seorang ibu hingga dia bisa merespon setiap keadaan di luar.

Kadang dia kalem, kadang melakukan gerakan-gerakan halus bahkan tendangan kecil yang cukup membuat ibu merasa kepayahan.

Terus, apa hubungannya cinta, komunikasi, dan mengungkapkan perasaan? Jelas berhubungan.

Sejak janin tumbuh di dalam rahim seorang ibu apalagi ibu muda yang memang mengharapkan kehadirannya (terlepas dari kejiwaan seorang ibu yang tidak normal, ya).

Rasa suka cita yang teramat sangat dalam menyambut gembira berita janin yang telah mengisi rahim seorang ibu. Disambut gembira pula oleh segenap keluarga. Di situlah si jabang bayi sudah mulai merasakan dilimpahi cinta dan kasih sayang.

Banyak ibu-ibu yang tak mengerti dari berawal mula kehidupannya, dia sudah dibekali fitrah oleh Allah sebagai manusia yang kelak siap untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dia mulai belajar merasakan, mendengarkan apa yang terjadi di sekelilingnya. Di saat inilah kita sebagai ibu yang harusnya mulai merangsang perkembangan otaknya dengan komunikasi.

Seorang ibu harus sering-sering mengajak jabang bayinya bicara apalagi dalam berkegiatan yang positif. Makanya oleh para ahli menyebutkan salah satu cara untuk merangsang kecerdasan otak anak adalah dengan memperdengarkan musik klasik, ketika bayi masih dalam perut ibunya. Akan tetapi, tentu bagi kita ummat muslim lebih memilih memperdengarkan murottal yakni ayat-ayat suci Alquran, karena kalam Allah tentu jauh lebih dahsyat untuk merangsang semua perkembangannya.

Kalam Allah jauh lebih dahsyat menstimulus otak anak.

Ketika sudah terjalin rasa kasih sayang dan komunikasi pada saat bayi masih dalam kandungan, ketika itu pula dia akan lebih mudah mengerti dan menangkap apa-apa yang ibunya sampaikan.

Saat anak dilahirkan ke dunia. Dia mulai beradaptasi dengan dunia luar. Dia mulai merespon orang-orang sekitarnya. Pengetahuan penting bagi seorang ibu adalah dengan terus mengajak dia berkomunikasi.

Menyampaikan banyak hal kepadanya agar dalam masa-masa perkembangan otaknya akan mudah menyerap hal-hal baru sehingga terbahasakan dengan lugas. Jadi, jangan heran jika anak yang dibiasakan berkomunikasi sejak dini memiliki pengetahuan kosa kata yang lebih banyak.

Ditambah dengan kepandaian sang ibunya untuk membina perasaan anak. Hingga dia berani mengungkapkan perasaan dan uneg-uneg di dalam hati tanpa merasa takut dan bersalah.

Maka dari itu, selain dengan sentuhan cinta dan kasih sayang, optimalkan komunikasi ya.😊

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Bagikan artikel ini agar manfaatnya lebih luas dan terus mengalir segala kebaikan di dalamnya.

jejakme/rusminiummuhuwaida

0Shares
%d blogger menyukai ini: