Jejak Artikel Jejak Literasi Nonfiksi Tema Ditentukan WCR

Sudahkah Sedekah Terbaik Kamu Berikan

Assalamualaikum.

Salam hangat sahabat Jejakme.

Bagaimana kabarnya?
Semoga semua dalam keadaan sehat dan bisa beraktivitas dengan baik serta penuh semangat.
Aamiin.

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, semoga kita bisa menjumpai dan menjalaninya dengan penuh keberkahan.Di bulan Ramadhan Allah melipat gandakan segala amal baik. Maka, umat Islam pun banyak berlomba-lomba melakukan kebaikan. Salah satunya adalah dengan berbagi.

Lalu berbagi seperti apa yang dicintai Allah?

Ada sebuah kisah dari seorang sahabat, namanya Abu Thalhah.

“Ya, Rasulullah, aku sangat mencintai kebunku, Birha,” kata Abu Thalhah kepada Rasulullah.

Birha adalah salah satu dari sekian banyak kebun yang dimiliki Abu Thalhah. Abu Thalhah yang berasal dari kaum Anshar memang terkenal mempunyai kebun terbanyak dan terbesar di Madinah.

Ia sangat menyayangi kebunnya tersebut karena letaknya yang berdekatan dengan masjid Nabawi dan nabi Muhammad saw juga sering duduk di kebun ini dan meminum airnya.

Hingga suatu ketika, Allah menurunkan sebuah ayat dalam surah Ali ‘Imran yang berbunyi, “lantanaaluu albirra hattaa tunfiquu mimmaa tuhibbuuna.”

Artinya : Sekali-kali kamu tidak akan mencapai (hakikat) kebaikan sehinggalah kamu menafkahkan sebahagian daripada harta yang kamu sayangi.” (Q.S. Ali ‘Imran : 92)

Ketika mendengar ayat tersebut, Abu Thalhah langsung menjumpai Nabi Muhammad saw.

“Allah memerintahkan untuk mengorbankan apa yang paling dicintai dan disayangi. Maka, dengan nama-Nya aku ingin menginfakkan kebunku, Birha. Karena di antara sekian banyak kebun yang aku miliki, Birha adalah kebun yang paling aku cintai,” kata Abu Thalhah yang memantapkan dirinya menginfakkan Birha.

“Itu adalah harta yang paling berharga, wahai Abu Thalhah. Maka, menurutku bagikanlah harta itu kepada kerabatmu yang memerlukannya,” jawab Rasulullah saw.

“Baiklah, ya Rasulullah. Akan aku laksanakan segera,” kata Abu Thalhah.

Abu Thalhah pun pergi membagikan kebunnya kepada kerabatnya yang lebih membutuhkan dengan hati yang ikhlas.

***

Luar biasanya kisah Abu Thalhah, bagaimana ia bisa memberikan sesuatu yang paling disayangi kepada orang lain?

Semua bisa, karena rasa syukur dan ketaatannya yang jauh lebih besar dari pada kecintaannya kepada harta benda.

Bagaimana dengan kita?
Apakah di bulan Ramadhan ini, kita mampu memberikan harta benda yang paling kita sayangi?Memberikan sesuatu yang terbaik, bukan hanya membagi barang bekas atau sekadarnya.

Kisah ini menjadi pengingat terbaik. Bagaimana kita bisa mensyukuri nikmat-Nya kemudian membagikannya kepada orang lain. Agar orang lain pun merasakan nikmat yang kita miliki.Selamat berpuasa dan menjadikan hati kembali fitrah.

jejakme/walidahariyani

0Shares
%d blogger menyukai ini: