Jejak Literasi Puisi Tema Bebas WCR

Puisi Walidah Ariyani : Birama Ramadhan

Jelang akhir Ramadhan
Untuk tahun ke sekian
Tuhan membirama hati Persis seperti sebelumnya

Isak mendayu membingkai pola irama
Tersedu
Berurai
Lantas tangis luruh

Ostinato berpacu sesal
Selalu begitu
Nyata iman ini selemah itu

Aku ingin mengulang melodi senja
Menahannya hingga fajar tak kunjung
Agar hari tetap sama
Tak berganti menutup malam
Lalu menjemput Syawal tanpa jeda

Gerimis melingkup
Nyatanya hati penuh karat
Dan belum usai terkikis
Karat itu kembali mengerak

Sampai kapan?

Sampai kapan tahun penuh derai sesal?

Jauh hati bersimpuh
Kalap indera menjumawa
Lalu riuh gempita
Riak ini masih ada

Dia bilang ini batu lompatan
Tapi, masa telah raib
Jauh sebelum ancang kaki menapak

Nada-nada kerinduan memukau
Berbinar-binar di balik senja
Purnama tersenyum
Sayang ruh tetap tenggelam

Bersama malam
Kupaparkan tangis
Membasahi sajadah penuh keluh
Lantas alfa kembali membirama
Membingkai melodi yang kan hadir di tahun berikut
Jika saja raga masih ada.

(Samuntai, 22 Mei 2020)

jejakme/walidahariyani

0Shares
%d blogger menyukai ini: