Jejak Artikel Jejak Literasi

Puasa Ibu Menyusui : Dahsyatnya Peran Sounding kepada si Baby

Hari ini adalah puasa kedelapan di bulan Ramadan. Sebagaimana umat muslim lainnya, saya pun turut menjalankan perintah-Nya. Berpuasa di bulan Ramadan tentu merupakan kewajiban yang tak boleh ditinggalkan.

Lantas bagaimana jika orang yang berpuasa dalam masa menyusui?

Ya, hal inilah yang saya alami. Namanya Hanin. Usianya baru 2 bulan di tanggal 22 April tadi. Berpuasa bagi saya di bulan Ramadan adalah momen yang sebisa mungkin tidak ditinggalkan. Maka dari itu, jauh-jauh hari saya telah melakukan sounding untuk si baby.

Silakan baca juga tips dan trik puasa ibu menyusui

Bagaimana sounding yang saya lakukan dan apa manfaatnya?

Sounding merupakan kegiatan yang selalu saya lakukan kepada anak-anak untuk memberikan pemahaman tentang sesuatu kepada mereka.

1. Kalimat Sounding

Kepada si baby, saya ucapkan berulang-ulang kalimat-kalimat berikut :

“De, sebentar lagi bulan Ramadan. Bunda mau puasa, boleh?”

“Kalau Bunda puasa artinya Bunda tidak makan minum siang hari. Makan minum hanya malam hari. Mungkin air susu akan berkurang dari biasa atau rasanya sedikit berubah. Apa Bunda boleh puas?”

“Jika boleh. Dede yang kuat, ya. Dede pintar dan sabar.”

Kata-kata ini terus dilakukan berulang-ulang selama beberapa hari sebelum hari H.

Di saat hari H. Sounding dilanjutkan dengan kata-kata berikut :

“De, hari ini Bunda puasa. Bagaimana rasa air susunya? Apa ada berubah?”

“De, hari ini Bunda puasa. Dede pintar, ya. Tidur yang nyenyak. Kalau Dede nggak tidur, kita bermain atau ngobrol, ya.

Saya berusaha menghindari sounding negatif seperti ‘jangan menangis’, ‘jangan rewel’ dan sebagainya.

Setelah mendekati waktu berbuka atau setelah berbuka puasa, katakanlah kepada si baby.

“De, alhamdulillah hari ini Bunda berhasil puasa satu hari. Terima kasih, ya, atas pengertiannya. Dede pintar. Dede sehat, ya. Dede kuat, ya.”

2. Lakukan semua sounding saat menyusui si baby atau mengeloninya untuk tidur karena menjelang tidur otak akan menyerap informasi dengan baik.

3. Katakan sebanyak kita bisa melakukannya.

4. Ucapkan kalimat dengan lembut dan berintonasi, maksudnya ada penekanan-penekanan pada beberapa kata yang diinginkan.

5. Terakhir, semua kalimat bisa diubah sesuai keinginan dan kondisi.

Lalu apa, sih, manfaat sounding?

Berdasarkan pengalaman yang saya rasakan. Efek sounding yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat membantu memenuhi apa yang diinginkan, seperti saya yang ingin berpuasa dan tetap bisa menyusui.

Selanjutnya selamat mencoba.

Baca juga tips dan trik puasa ibu hamil

jejakme/walidahariyani

0Shares
%d blogger menyukai ini: