Jejak Info Jejak Literasi Nonfiksi

Perjuanganku Melawan Kanker Ovarium

Bukan maksud membuka luka lama atau mengumbar cerita hidup. Namun, harapanku adalah semoga kawan-kawan yang saat ini lagi berjuang melawan penyakit tertentu, sama, atau yang tidak, bisa mengambil hikmah dan pelajaran berharga di dalamnya.

Sebuah peristiwa yang ketika teringat masih menyisakan nyeri di bagian tubuhku. Bahkan kalau terkenang membuat mataku berkaca-kaca.

Aku ingin menyampaikan kekuasaan Allah subhanahu wata’ala. Saat mendapatkan vonis usia yang tak panjang lagi, tapi dengan kuasa-Nya aku masih bisa bertahan dan malah dikarunia tiga buah hati. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah.

Jika belum datang ajal, meskipun terlihat seperti hampir-hampir tidak ada harapan hidup. Allah tetap menghidupkan kita.

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا

“Setiap yang bernyawa tidak akan mati melainkan atas izin Allah.…”

Alhamdulillah, Allah seperti memberikan kesempatan ke dua bagiku dan Allah ingin menunjukkan kuasa-Nya. Artinya tanpa izin-Nya, kematian itu takkan menghampiri kita.

Di tahun 2011, aku berjuang melawan penyakit yang bagi kebanyakan orang itu adalah penyakit ganas.

Divonis kanker ovarium, yang mana sudah berinvasi ke omentum. Menjalar ke bagian rahim.

Setelah pengambilan sampel dan hasil lab, aku harus menjalani perawatan lagi. Dirujuk ke sebuah rumah sakit besar di ibu kota. Harus ada proses operasi pengangkatan rahim dan dilanjutkan dengan kemoterapi.

Saat mendengar vonis kanker dari dokter seluruh keluarga bersedih terutama suami.

Bagaimana tidak?

Kanker termasuk penyakit berat yang sedikit sekali orang mampu bertahan untuk hidup. Apalagi yang kualami saat itu sudah terbilang berat karena menurut dokter aku harus menjalani pengangkatan rahim dan kemo.

Sebuah keputusan berat bagiku atau bisa juga di bilang ngeyel, karena aku menguatkan hati untuk tidak menjalani semua saran dan rujukan dokter.

Selain terkendala biaya yang sudah tak sanggup lagi. Aku juga berharap masih bisa terlahirnya generasi dari rahim ini, maka kuputuskan untuk beralih berobat mandiri.

Apa saja yang kulakukan?

Inilah hal-hal yang dijalani saat kuputuskan untuk berlepas diri dari operasi dan kemo ;

🔰 Menguatkan hati, menenangkan hati, membahagiakan hati dan bersemangat bertekad kuat untuk menjalani sisa hidup ini dengan sebaik-baiknya

Orang yang terkena kanker, jika dia selalu bersedih dan terlalu banyak pikiran-pikiran negatif, maka sel kanker akan mudah tumbuh dan berkembang.

Jadi, perbanyak dzikir, doa, membaca Alquran, terkhusus ayat-ayat ruqyah. Perbanyak sedekah, ibadah dengan khusyu dan sebagainya yang lebih banyak mendekatkan diri kita dengan Allah.

🔰 Ikhtiar menjalani pengobatan herbal/ alami dan berpantang penuh

Aku mencoba obat-obatan alami yang dipercaya oleh para pakar herbal untuk mematikan sel kanker, seperti ; daun sirsak, benalu, jus buah dan wortel, madu dan sebagainya.

Berpantangan penuh terhadap banyak makanan memang penuh perjuangan.

Makanan yang boleh kumakan adalah makanan non gula dan garam, masakan rebusan, tidak boleh mengandung minyak, makanan bebas “P” pengawet, pemanis, pengembang, penyedap dan lain sebagainya.

🔰Terapi Air dan olahraga ringan, seperti jalan kaki di pagi hari

Keduanya berfungsi untuk mengikat oksigen dan membantu membuang racun di dalam tubuh.

Sel kanker tidak bisa berkembang jika tubuh kita disuplai oleh oksigen yang cukup.

Untuk terapi air bagi penderita kanker sepertiku diminum setiap pagi sebelum masuk makanan ke lambung. Hal itu dilakukan rutin setiap pagi dengan 6 gelas air hangat (diminum, dijedakan perlahan).

Awal-awal pasti merasa mual dan efeknya bisa muntah. Terus intensitas buang air kecil jadi meningkat. Harus rela bolak-balik kamar mandi.

🔰 Berkegiatan positif

Apapun yang bisa ku kerjakan waktu itu, kukerjakan dengan hati yang senang. baik itu membaca , menulis, menjahit , berkebun. Menanam bunga dan merawatnya.

Terbersit dalam hati😢 siapa kah lagi yang merawatnya sepeninggal ku nanti?

🔰 Bersabar dan tawakkal kepada Allah

Terus bersabar atas penyakit yang diderita. Berharap pahala hanya kepada Allah atas segala kesabaran itu.

Tawakkal maksudnya menyerahkan semua hanya kepada Allah subhanahu wata’ala setelah kita berusaha, berikhtiyar dan berdoa

Begitulah hari-hari kujalani dengan semangat. Di balik tubuh ringkih yang semakin mengurus tak lupa selalu kusisipkan senyum pengharapan.

Badan sakit dan melepuh karena pengaruh herbal tak putus asa ku berharap akan ada riuh tawa anak-anak membersamai hari-hari kami.

Kuasa Allah hingga hari ini aku masih bisa menghirup udara dan kesehatan pun semakin membaik.

Hal yang luar biasa pula dikatakan oleh tim medis kepadaku adalah “aku telah mendapatkan keajaiban karena ada tiga buah hati yang terlahir dari rahimku sementara aku divonis sudah tidak mungkin bisa hamil lagi.”

Maa syaa Allah Tabarakallah.

Semoga bermanfaat.

jejakme/rusminiummuhuwaida

0Shares
%d blogger menyukai ini: