Jejak Literasi Puisi

Puisi Rusmini : Nasihat Indah untuk Pemuda

Garis-garis cahaya menembus kamar. Mendapati si bujang dalam balutan lena di peraduan.

Saat kau picingkan mata. Burung-burung sudah begitu riang dengan perut yang sudah terisi.

Ayam-ayam pun sudah mulai merayu sang betina .
Tak lagi memikirkan perut beberapa saat.

Lihat!

Hilir mudik kendaraan di jalan sudah hampir sepi. Mereka sudah sibuk dengan pekerjaan mereka.

Petani pun sudah setengah lelah dan sebentar lagi mau duduk bersila. Mengipaskan topi purunnya sembari menikmati kopi manis plus singkong rebusnya.

Para pedagang di pasar subuh mereka sudah asyik-asyiknya melemparkan joki dan saling tertawa riang karena hari siang dan pembeli pun sudah mulai lengang.

Terus, kau bisa apa?

Di pundakmu harapan masa depan.
Tapi masih saja kau bermalas-malasan.

Tulang dan otot yang terlalu lama kau istirahatkan bisa membekukan otak dan pikiran.

Tidak kau dapati kebermanfaatan melainkan kebingungan demi kebingungan.

Kongkow di saat si pintar berkarya.

Bermain dan berleha-leha di saat si rajin mengerti kegiatan berguna.

Merasa hebatkah?
Tentu, kan masih labil.

Proseskah?
Iya, namanya juga masih muda.

Duhai pemuda

Engkau harus mampu berdiri tegak di kaki mu sendiri.
Jangan terus-terusan beralaskan kaki orang tuamu
Sebab itu akan menyakiti mereka dan dirimu sendiri.

Cukup kau ikuti jejak pekertinya yang menawan.
Kau torehkan hiasan-hiasan cinta penuh makna, hingga kau mengerti arti bakti.

Duhai pemuda

Jagalah amanah yang Allah beri.
Dengan ilmu agama membuatmu mengerti menjadi orang yang dihargai.

Bukan lagi pemuda sok yang bisanya cuma berhayal.Bukan lagi pemuda kongkow tapi masih tengadah tangan kepada ayah bunda.
Bukan lagi pemuda tebar pesona tapi isinya nihil.

Duhai pemuda

Kuatkan tekad pada orientasi hidup yang takwa dan bermartabat.

Masa muda tak akan kembali. Torehkan kebaikan-kebaikan di sana. Berdoalah semua pasti juga karena Rahmat-Nya.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ شَابٍّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

“Rabbmu kagum dengan pemuda yang tidak memiliki shobwah*.” [HR. Ahmad]

*Shabwah adalah kecondongan untuk menyimpang dari kebenaran.

Baarokallahu fiikum

jejakme/rusminiummuhuwaida

0Shares
%d blogger menyukai ini: