Info Jejak Literasi

Menabung Emas dengan Sampah: IKBI PTPN XIII Peduli dan Cinta Lingkungan

IKBI Direksi PTPN XIII

Sampah merupakan momok tiada henti yang kerap menjadi masalah di mana saja. Baik lingkungan perumahan, perkantoran, pasar, sekolah, tempat wisata, dan berbagai tempat lainnya.

Sebenarnya apa, sih, definisi sampah? Sampah adalah semua barang yang dianggap tidak terpakai, baik barang sisa atau pun barang bekas. Semua material itu lama kelamaan menjadi banyak, menumpuk atau tersebar ke mana-mana. Akibatnya lingkungan menjadi kotor, tidak bersih, berbau, udara tercemar, air tercemar, bahkan bisa merusak drainase. Akhirnya dampak baru muncul ke permukaan. Salah satunya adalah banjir. Belum lagi dampak lainnya, seperti pencemaran air, tanah, dan udara.

Jika setiap orang berpikir, “ah, kan cuma sampah tisu satu.”

Kan cuma bungkus jajan.”

Ini kan cuma botol plastik ukuran kecil.”

Kemudian dengan pikiran seperti itu, sampah-sampah tadi melayang begitu saja tidak pada tempatnya.

Bayangkanlah jika setiap orang berpikir hal yang sama? Kalikan berapa jumlah penduduk. Tak perlu jauh. Lihatlah diri kita sendiri. Setiap hari membuang satu sampah, sudah berapakah jumlah yang terkumpul. Dan itu mustahil hanya satu sampah setiap hari.

Memutar balikkan mindset adalah cara terbaik untuk menjadikan hidup lebih bermakna dan penuh manfaat. Jika setiap orang mampu berpikir hal yang sama demikian. Alangkah baiknya jika mindset itu kita ubah.

Ini memang hanya botol plastik. Tapi, jika dikumpulkan akan semakin banyak. Bagaimana jika satu komplek atau satu RT melakukan hal yang sama. Hmm, pasti akan menjadi banyak. Bisa ditimbang dan menjadi berharga. Lingkungan tetap terjaga.”

Itu baru botol plastik. Belum dengan sampah lainnya yang tentu lebih banyak lagi.

Lingkungan dan bumi ini adalah tanggung jawab bersama. Maka melestarikannya hingga kelak anak cucu kita tetap dapat menikmati tanah yang subur, udara yang bersih, air yang segar dan jernih merupakan warisan dari setiap sebab dan akibat yang dilakukan hari ini.

Berkaca dari itu semua, ibu-ibu Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) Kantor Direksi PTPN XIII yang dicetus oleh ibu ketua Ny. Susanti Alexander Maha, melakukan gerak pilah sampah dari rumah yang kemudian dikumpulkan bersama di kantor direksi PTPN XIII pada area yang telah ditentukan.

Upaya ini dilakukan sebagai salah satu cara meminimalkan pencemaran lingkungan akibat sampah yang ada, baik dari rumah tangga, industri, atau pun lainnya.

Di acara ini ibu-ibu anggota IKBI juga berdiskusi serius dengan petugas pengumpul sampah. Ibu-ibu mendapat pencerahan baru tentang bagaimana cara memilah sampah.

Tahap pertama yaitu memisahkan jenis sampah organik dan anorganik. Selanjutnya anorganik dipilah lagi dari logam, plastik, kertas, kaca, dan sampah residu seperti pembalut, popok, kain basah, sampah masker, dan lainnya.

Kegiatan pemilihan dan penimbangan sampah telah selesai dilaksanakan. Sebelum pertemuan IKBI diakhiri, ada informasi menarik yang didapat oleh para ibu.

Informasi tersebut adalah bagaimana mengubah sampah menjadi tabungan emas.

Bukan hal yang mustahil di zaman sekarang. Ada istilah bank sampah yang sebenarnya telah booming, tinggal kesadaran semua masyarakat untuk menggunakannya.

Kita hanya perlu memilah sampah, mengumpulkannya lalu menjualnya ke bank sampah. Seperti yang diprogramkan oleh perseroan pegadaian “memilah sampah menabung emas”.

Jika emas tujuan kita, tak masalah. Yang pasti peran ibu rumah tangga menjadi salah satu penentu berhasilnya membangun lingkungan yang bersih.

Karena itulah IKBI mengangkat kegiatan ini sebagai salah satu program di dalamnya. Apakah akan terus berlanjut? Kembali kepada kasih sayang kita kepada lingkungan dan alam.

Harapannya kegiatan ini mampu menjadi pemantik kesadaran akan pentingnya memilah sampah. Kegiatan yang tampak sepele, tetapi berdampak besar untuk lingkungan dalam jangka panjang.

“Meraih mimpi besar mulailah dari hal yang kecil.”

jejakme/walidahariyani

0Shares
%d blogger menyukai ini: