Menampilkan 8 Hasil
Jejak Literasi Puisi Tema Bebas WCR

Puisi Walidah Ariyani ; Rinduku Menjeri Berskala

Aku tak tahu seberapa kuat bisa bertahan.Sendiri berjalan menopang tangan dan kaki yang sejatinya kian lemah.Hati ketar-ketir entah berapa banyak gemetar melingkupi.Aku tak bisa sendiri. Sungguh.Hanya rasa takutku pada-Nya yang membuat aku tampak kuat. Mandiri. Aku tak ingin Dia mencap cinta ini begitu besar kepadamu dibanding kepada-Nya.Walau aku kerap tertawa memikirkannya.Ah, mana bisa bersembunyi dari …

0Shares
Jejak Literasi Puisi Tema Bebas WCR

Puisi Walidah Ariyani : Cinta Ini Milik Kita

Kisah cinta ini bukan antara Laila dan MajnunBukan pula romannya Romeo dan JulietPun kisah menyentuh Habibi dan AinunIni adalah kisah tentang kitaYa, kau dan aku Sepuluh tahun lalu Janji suci terjalin Merangkai tangkai-tangkai rindu Berbalut kemesraan Kusering menggodamu Hanya kau yang paling tampan di dunia ini Wajahmu bersemu Lalu kau tersenyum dan memelukku Terkadang kau …

0Shares
Jejak Literasi Puisi Tema Bebas WCR

Puisi Walidah Ariyani : Renjana Takbir

Aku rindu pada teriakan takbirRombongan anak-anak membawa oborBerkeliling kampung dan berteriak “Allaahu akbar … allaahu akbar … allaahu akbarLaa ilaa ha illallaahu wallaahu akbarAllaahu akbar walillaahil hamd” BerulangBeriringan sembari menabuh beduk yang dibawa dengan pick up Teriakan menggema menggetarkan langit dan jiwa-jiwa matiTak acuh walau kuyup menyaput tubuh Api menari gemulaiBeradu dengan basah yang kian …

0Shares
Jejak Artikel Jejak Literasi Puisi Tema Bebas WCR

Puisi Personifikasi : Merindu Hujan

Tak bisa lagi kubertanya pada rumput yang menariBahkan helai dan akarnya meratap matiMentari terus menyergap kulitkuBahkan angin malam menyiksa dada. Ke mana lagi aku bertanya?Bilakah hujan datang berkunjung?Sedang daun menari berjatuhan.Menginjak tanah yang tak bisa protes. Sesekali kulihat awan murung.Namun, angin mengusirnya pergi Bilakah dapat kuberjumpa?Pada rintiknya yang menyejukkan hati. Berhari-hari hanya lirih angin yang …

0Shares
Jejak Literasi Puisi Tema Bebas WCR

Puisi Walidah Ariyani : Birama Ramadhan

Jelang akhir RamadhanUntuk tahun ke sekianTuhan membirama hati Persis seperti sebelumnya Isak mendayu membingkai pola iramaTerseduBeruraiLantas tangis luruh Ostinato berpacu sesalSelalu begituNyata iman ini selemah itu Aku ingin mengulang melodi senjaMenahannya hingga fajar tak kunjungAgar hari tetap samaTak berganti menutup malamLalu menjemput Syawal tanpa jeda Gerimis melingkupNyatanya hati penuh karatDan belum usai terkikisKarat itu kembali …

0Shares
Jejak Literasi Puisi

Puisi Rusmini : Nasihat Indah untuk Pemuda

Garis-garis cahaya menembus kamar. Mendapati si bujang dalam balutan lena di peraduan. Saat kau picingkan mata. Burung-burung sudah begitu riang dengan perut yang sudah terisi. Ayam-ayam pun sudah mulai merayu sang betina .Tak lagi memikirkan perut beberapa saat. Lihat! Hilir mudik kendaraan di jalan sudah hampir sepi. Mereka sudah sibuk dengan pekerjaan mereka. Petani pun …

0Shares
Jejak Literasi Puisi Tema Bebas WCR

Puisi Walidah Ariyani ; Cinta Istighfar

Mengalir bait riwayat dari Abu DawudMenghias gendang telinga menggertak hati“Barang siapa senantiasa beristighfar niscaya akan diberikan jalan keluar bagi segala kesempitan… Sejenak kuterpaku Benarkah istighfar mampu melapangkan sesak ini?Sempit oleh dunia yang menari-nari di pelupuk mataGodanya yang menggiurkan Lalu kalimat itu kembali mengalirSetenang darah di urat nadi “… dan penyelesaian bagi segala kesusahan oleh Allah…” …

0Shares
Jejak Literasi Puisi Tema Ditentukan WCR

Puisi Walidah Ariyani ; Jembatan Cahaya

Setiap tahun, Ramadan selalu memberikan perbedaan rasa. Namun, kali ini rasa itu begitu mengiris dan meringis. Mengingat uma abah di kampung.Kulit mereka melegam sedang rambut mentembaga.Sesak dalam lesak mimpi membayangkan setiap bulir peluh mereka.Menetes setetes demi setetes. Uma abah.Tahun ini aku tak pulang.Bukan karena aku tak rindu.Bukan karena rindumu uma abah tak ingin kuobati.Bukan pula …

0Shares
%d blogger menyukai ini: